Selasa, 26 Februari 2013

kisah dua pucuk teh ( fiksi )

                                                                             1

Malam itu sangat dingin sekali , dingiiin sekali menusuk hingga tulang rusuk yang ketujuh , waktu begitu terasa sangat lama , kabut menutupi pandangan malam yang gelap , angin dan kabut berhembus begitu kencangnya hingga berbunyi hembusan kesunyian , entah apa yang terjadi aku pun tak tau kalau cuaca dipegenungan seperti ini , badan pun menggigil dengan sendirinya , jaket yang kupakai tadi sore  telah habis diguyur hujan saat perjalanan menuju villa , iya cuaca begitu berkabut sejak tadi sore , sekarang waktu menunjukkan pukul 8 malam , aku hanya memakai kaos tipis dan celana pendek yang masih kering , tak lupa kubalut leher dengan sehelai sarung .
                                                                             
                                                                             2

daun teh begitulah kau kugambarkan , lbih tepat lagi pucuk teh , kehadiranmu sungguh menghangatkan seperti daun teh yang tetap hangat dicuaca pegunungan  . hijau , kuat , lembut , dan tak pernah mengeluh didalam kabut , gelap dan kesunyian,  tawamu bahkan ketakutanmu tetap membuatku merasa aman . lagian kau juga mirip daun teh , takut sama ulat , yang bisa memakanmu .

                                                                           3

aku yang pemalu tak dapat apa-apa , hanya melihatmu dari kejauhan sudah membuatku berani diluar sendirian . malam itu aku hanya duduk digazebo didepan villa . dengan secangkir kopi hangat , awalnya sempat rame , tapi pada ga kuat , karena dingin . ak duduk sambil jongkok diatas kursi melihat kebun teh yang tertutupi kabut beberapa puluh meter didepanku , gemericing bunyi lampu yang diikatkan ditiang kayu yang diatasnya ditutupi seperti piring terus berbunyi terkena angin kencang , pasti pada bingung kenapa aku lebih milih diluar , iya memang dari dulu aku sangat suka badai dan cuaca seperti ini , hanya mengamatinya dan merasakannya dengan mata tertutup sudah membuatku begitu merasakan indahnya hidup , dan umurku panjang . aku begitu suka2 saat-saat seperti ini walau didalam gelap sekalipun , kebetulan bulan tak memancarkan cahanya yang tertutup kabut tebal , beberapa kali kulihat satu - dua orang lewat untuk memastikan villa , kurang lebih seperti ronda . 

                                                                           4 

malamnya , tepat pukul 11 lebih , ketua angkatan mengajak kami untuk berendam air panas ,  aku memutuskan untuk ikut . divilla kelompokku sdah pada tidur bgitu juga dengan sidaun teh , dia tidur lebih dulu , suasana seperti ini sangat sayang dilewatkan hanya untuk tidur belaka , kamipun menuju pemandian air panas dengan dua buah senter . sesampainya ditempat pemandian , kami menemukan suasana yang begitu berbeda , ramai , hangat , hiruk pikuk main gaplek dilengkapi dengan musik juga , kami menelusuri lorong -lorong disambut dengan para senior yang sedang ramah menawarkan jagung bakar dan bandrek . asap hangat mengepul-ngepul dari pemandaian air panas dan gerobak tempat membakar jagung . kuhabiskan jagung bakar sambil duduk dibibir kolam hanya untuk merendam kaki ...(bersambung )

Sekilas pembicaraan percintaan .

saya : adalah S
mas nasi goreng : adalah  ng

S : mas hidup tanpa wanita yang kita cintai itu , seperti makan nasi goreng tak berbumbu ya mas? .. (sok asik )

ng : laa , tadi masnya mesen minta gak pake bumbu ?

S : ( nelen nasi goyeng 
) -__-"

                                                              



                                                                  

FAIL BUAT DUA TULISAN


shit ! 2 tulisan yg akan dtulis fail , padahal udah mateng bgt konsepnya , udah keburu males buatnya kalo yg namanya ditunda -tunda , oiya biar ga penasaran aja ni cerita cinta segitiga itu adalah ceritanya cinta perkucingan didepan kos gue , jadi udah beberapa minggu ini , ada keributan yg mereka bikin , jadi si rio itu udah lama dekatin sakia , datanglah sumantri , awalnya si sakia cukup tertarik dengan sumantri karena sumantri orangnya , wele -__-" maksud saya kucingnya , humoris tapi karena adanya orang , wele -__-" , kucing" keempat sisumantri jadi sentimentil terhadap rio dan sikeempat itu , dia selalu berantem demi mempertahankan cintanya , itu sifat yg nggak disukai sama sakiya , walau rio kalah dalam pertempuran , akhirnya sakiya tetap lebih milih si rio yg kakinya sudah pincang akibat tiga perkelahian sekaligus . nah semenjak itu sisumantri sering kedepan pintu kos gue , kaya mau minta makan gitu , mengeaw -ngeaw , alah bahasa apa ini . mukanya sedih bgt lah parah , sore2 gtu melamun aja kerjanya , kaya enggak mikirin makan lagi , angin sore mengibas rambutnya ,mksd saya bulu2 disekitar kupingnya seakan mau menceritakan sesuatu hal ke gue , wah parah lah gue paham bgt nih cerita mreka slama seminggu itu , keburu malas aja mau nulis yg ini , sama yg jakarta kayanya udah basi deh , jadi ga akan di post , lagian rencana insya aloh mau ngepost yg baik2 saja ,, bukan malah mengeluhkan oknum2 tertentu .

                                                  
         
                                         Kamsahamida ^__^ \/