ini cerita sedikit menjijikkan dan mengharukan , sebenarnya tak bagus sih buat di post , tapi hasrat memostingkan yg menggebu-gebu tak bisa terbendung oleh iman .
ini dia kisahnya
jadi tadi pagi , eh ? 10.15 itu pagi / menjelang siang ? duha aja lah .
iyap kita ulang lagi ya
jadi tadi duha ( agk tak enak didengar ) , aku pergi ke tempat om-om bubur , buat sarapan duha , awalnya semuanya stabil2 aja , kayak kbanyakan orang yang memutuskan untuk sarapan duha , order - wait and eat ,
waktu dalam proses wait aku masih bimbang aja om-om bubur ini selalu bilang ," sambelan mas ? langsung lah terlintas di otak , kalau seandainya ada terasi pasti omnya bilang terasian mas? , kalau ada ikan pasti omnya bilang ," perikanan mas ? wakauwakau
dengan cepat tanggap aku jawab , enggak mas (cabe jawa bikin diare sampai bikin closet pecah kenak semprotan lava panas ) . dan akhirnya bubur ayam yang kelezatannya tertutupi oleh kerupuk2 antah berantah ku eksekusi
sewaktu makan aku melihat setumpukan merica yang terbeko disendokku , tanpa pikir panjang langsung aja kumakan , uuuuuuuuuaaaaachiuuuuhh !!!!!!!! ziiiiiinnnnnnngggggggggggggggg ( suara tentara yg telinganya tertembak )..................... ..................................ak pun terdiam karena terasa cairan keluar begitu cepatnya melalui hidung, yg didepannya ada semangkuk bubur .ak cari2 tu kemana ingus perginya tak jumpa .karena warna bubur sama ingus tu ga jauh beda , duapuluh detik berlalu , memang mustahil mencari ingus didalam bubur . kalau mau ganti aku binggung jugak mau bilang apa ke omnya ? terus pasti mubaziron kalau belik bubur sampai ngeluarin sepeluh ribu . entah setan / malaikat yg berada dipihakku bubur itu kumakan lagi sambil menagis tersedu-sedu meratapi nasib .memang kisah ini sangat sedih (ngambil tisu )
dengan positif thinking atom ingus telah beradaptasi dengan atom bubur ,yg menghasilkan proton protein -___-
pas makan pun tak terasa ada yg beda , ( betapa teragisnya hidup dikota besar )
sirip ikan "
ini dia kisahnya
jadi tadi pagi , eh ? 10.15 itu pagi / menjelang siang ? duha aja lah .
iyap kita ulang lagi ya
jadi tadi duha ( agk tak enak didengar ) , aku pergi ke tempat om-om bubur , buat sarapan duha , awalnya semuanya stabil2 aja , kayak kbanyakan orang yang memutuskan untuk sarapan duha , order - wait and eat ,
waktu dalam proses wait aku masih bimbang aja om-om bubur ini selalu bilang ," sambelan mas ? langsung lah terlintas di otak , kalau seandainya ada terasi pasti omnya bilang terasian mas? , kalau ada ikan pasti omnya bilang ," perikanan mas ? wakauwakau
dengan cepat tanggap aku jawab , enggak mas (cabe jawa bikin diare sampai bikin closet pecah kenak semprotan lava panas ) . dan akhirnya bubur ayam yang kelezatannya tertutupi oleh kerupuk2 antah berantah ku eksekusi
sewaktu makan aku melihat setumpukan merica yang terbeko disendokku , tanpa pikir panjang langsung aja kumakan , uuuuuuuuuaaaaachiuuuuhh !!!!!!!! ziiiiiinnnnnnngggggggggggggggg ( suara tentara yg telinganya tertembak )..................... ..................................ak pun terdiam karena terasa cairan keluar begitu cepatnya melalui hidung, yg didepannya ada semangkuk bubur .ak cari2 tu kemana ingus perginya tak jumpa .karena warna bubur sama ingus tu ga jauh beda , duapuluh detik berlalu , memang mustahil mencari ingus didalam bubur . kalau mau ganti aku binggung jugak mau bilang apa ke omnya ? terus pasti mubaziron kalau belik bubur sampai ngeluarin sepeluh ribu . entah setan / malaikat yg berada dipihakku bubur itu kumakan lagi sambil menagis tersedu-sedu meratapi nasib .memang kisah ini sangat sedih (ngambil tisu )
dengan positif thinking atom ingus telah beradaptasi dengan atom bubur ,yg menghasilkan proton protein -___-
pas makan pun tak terasa ada yg beda , ( betapa teragisnya hidup dikota besar )
sirip ikan "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar